Posted by: Resha Ilham on: Desember 22, 2007
saya clingukan di kampus,,,, nyari anak 2004 nggak pada ada,,, niat awalnya mau ke himpunan nyari si KaPSDA yang baru,,, mau nanya sesuatu,,,, tapi nggak jadi…. akhirnya ke perpus,,,,
di perpus ada Ibu perpus (astagfirullah saya lupa namanya), linda,, ama pak rohmanudin,, yang lain pada ngenet nggak keliatan,,, terus tiba tiba datang pak larjo (kenal tak,,, ini Prof FT yang udah pensiun tapi saya kagum baget soalnya auranya terasa banget bro)
pak larjo nanya punya keperluan sesuatu diperpus terus ngobrol deh dengan pak rohmanudin,,, berhubung saya duduk di sebelah pak larjo jadinya semua omongan yang beliau katakan saya dengar,,, mungkin ini dimaksud menguping,,,
“pak rohmanudin,,, saya ikut seminar entreprenership loh di Albar,,, acara nya bagus,,, tapi saya bingung,,, seharusnya S1 jangan dikasih materi Entrepreneurship nggak cocok itu,,,, kurikulum kita kan udah ada menejemen,,, kapita selekta,,,,, kalo entrepreneurship mau kemana research and development perusahaan perusahaan kita”
setelah itu telepon berdering,, linda berbicara,,,, telepon di tutup,,,
“Sha,,, mau ngawas lagi,,, temenimn linda yuk,,, nggak ada pengawas nya nih,,,”
padahal harusnya bisa nguping lebih banyak (nyuri ilmu dari prof kapan lagi coba…)
setelah itu ngawas (baca postingan “HAtrick”)
dirumah kepikiran perkataaan nya pak Larjo,,,
kenapa pak larjo berfikiran Entreprenership bermasalah,,, saya mulai ngira2,,,, apa yah hubunganya denga R&D,,, dan berhubungan dengan mahasiswa,,, mungkin:
” kalo semua ato mayoritas mahasiswa ITB lebih bergerak ke arah Entrepreneurship,, maka banyak bagian dari R&D perusahaan besar menjadi terhambat karena kekurangan sumber daya manusia yang berkualitas,,, memang dengan banyak mahasiswa yang bergerak menjadi entrepreneur maka akan makin banyak perusahaan yang akan melahirkan lapangan kerja baru,,, tetapi dengan terhambatnya R&D perusahaan yang telah mapan akan menurun kualitasnya,,,, dan bukan tidak mungkin akan menghambat kinerja perusahaan dan bahkan menghancurkan perusahaan tersebut,,, hancurnya perusahaan mapan dikompensasi oleh perusahaan yang belum mapan,,, keadaan ini belum tentu menjadikan lapangan kerja menjadi bertambah,,,,”
mungkin ini yang dipikirkan pak larjo,,,, ini perkiraan saya,,, sangat menyenangkan apabila bisa berbicara dengan beliau,,, entah kenapa setiap dosen mempunyai aura yang berbeda beda.. Pak larjo ini lah,, satu diantara dosen yang aura bisa membuat saya kagum,,,
Pak,,,, kapan saya bisa ngobrol? (kaya kenal aja!!!)
Komentar Terakhir