Perjuangan Kecil Seorang Pemuda

Bengkulu pun tak dapat diraih

Posted by: Resha Ilham on: Maret 18, 2008

“yah aku ikut ke benkulu, mau ikutan akad nikahnya a iman, lagian kan udah janji ke pak her bakal ketemu beliau di bengkulu”

“yakin,, tanggalnya mepet loh”

“insya allah TA nya udah selesai (  ato masih terlalu banyak jadi nggak bisa wisuda juli-dalam hati-)”

“perjalanan nya jauh loh,,,, bengkulu”

“makanya itu mau ikut”

“nggak usah lah,,,, jaga adek2 aja dirumah”

……………………………seminggu kemudian……………………………..

” aa, tiketnya udah dibooking yang kebagian tiket cuma ayah ama ibu,, anak2 nggak ikut”

“yah,,,,”

“udah kapan2 lagi aja kita jalan2″

………………………………………………………………………………………………

sebenernya alasan sebenernya aku ikut, aku ingin belajar, bukan rahasia lagi kalau a iman itu adalah idola di keluarga besar,, ibu ku juga pernah bilang,,, “kapan kamu bisa kaya a iman?”….. aku jawab lagi belajar bu……. padahal dalam hati mungkin itu tak mungkin……

a iman nggak pintar,,, ia hanya lulusan unpad dengan IPK pas2an hanya bermodal sepeda waktu sekolah sma,,, tampangnya hampir disangka teroris sama orang orang jepang,,,,,,,,,,, sekarang ia hanya seorang petani dengan kebun tak seberapa,,,,,,

namun dia dengan sekuat tenaga memimpin keluarga besar beranggotakan 8 orang padahal umurnya baru 25 tahun,,, namun dia dengan sewaktu sma sudah menjadi ketua rohis di lingkungan rumahnya,,, dia yang bisa bertahan dijepang dengan prinsip keislaman yang kuat,,,,,, dia yang mencintai sunda,,,, dia yang mampu berkorban untuk teman2nya walaupun temanya seorang pemadat,,,

dan dengan kesanggupanya,,, ia bilang bahwa ia siap menikah,,,, dia yang pertama kali membawa calon istri,,, seorang wanita PA yang datang ke rumah dengan selana pendek dan tank top,,,, jujur saja semua orang protes,,, kami mengharapkan seorang akhwat yang berjilbab panjang dan anggun,,,, dan sekali lagi dia mengejutkan kami,,,, ketika calon kedua adalah seorang wanita yang di vonis sebentar lagi meninggal karena gagal jantung. kami tak bisa mengikuti pikiranya.

dan ketika calon2nya tak ada yang direstui orang tuanya, maka dia mengajukan calon yang baru 10 hari bertemu, dan ingin langsung menikah. tak ada yang bisa menolak ketika dia seorang akhwat yang anggun.

setidaknya aku ingin belajar,,, mungkin aku tak bisa seperti dia namun aku akan menjadi diriku sendiri yang lebih baik.

SELAMAT ATAS JODOHNYA

KUDoAKAN DARI BANDUNG UNTUK KELUARGA YANG SAKINAH

Tinggalkan Balasan