Perjuangan Kecil Seorang Pemuda

malam itu saya menangis,,,,

Posted by: Resha Ilham on: April 26, 2008

“kau akan merasa benar benar mencintai saat kehilangan”

mungkin itulah yang kurasakan tadi malam,,, malam yang mungkin tak terbayangkan sebelumnya,,, rutinitas hari kuliah biasa yang diakhiri dengan kekecewaan karena teman2 ku tak lolos galelobot,,, akhirnya ku pulang,,, ayah ku yang akhir ini sibuk dengan proyeknya menelepon

ayah : ” a mo pulang bareng tak?, sekalian kita nyari makan malam di jalan”

aku: ” boleh,”

setelah beli sate bawang,,, capcay metro dan martabak keju langganan,,,, bergerak lah menuju rumah,, itu seperti perjalanan biasa,,,, sebelum kejadian itu,,, dengan memacu motor di jalur cepat soekarno hatta,,, seketika itu pun,,,,

aku tak sadar terpelanting dari motoy ke aspal,,,, sedetik kemudian aku berdiri hanya berbayang bayang,,,, terasa ngilu di kaki kiri,,,,,  di samping ku tergeletak  seorang ibu2  bersimbah darah,,,,,  satu yang kupikirkan,,, mana ayah ku,,,,,

kuberlari menuju motor dan tepat disampingnya ayah ku tergeletak tak sadarkan diri,,,, kepalanya terbantik ke pembatas jalan,,,, sebersit pikiran yang datang entah dari mana,,,, bahwa aku sekarang sendiri  dan ayah ku meninggal,,, meleleh lah air mata ku,,,, ditengah jalan ku menangis dan memangku ayah ku yang tak bergerak,,,, ” ya allah selamatkan ayah ku”

jalan penuh warga yang melihat,,,, ku bopong badan ayahku ke tepi jalan dan doa ku terkabul,,,, ayah ku selamat,,,,, yang seterusnya ku tahu bahwa ayah ku amnesia

diruang gawat darurat, ditemani warga sekitar, dan dua orang polisi, aku pun, menemani ayah ku yang sama sekali lupa apa yang terjadi kejadian hari itu bahkan apa yang dilakukan seharian pun dia lupa,,,,

disaat itu aku mulai sadar,,,,

apa yang terjadi kalo kejadian itu terjadi dan  aku tak ada disana,,, aku tau kondisi ibuku sekarang,,, dan adik2 ku sama sekali belum siap menggantikan aku,,,, dan banyangan ketika aku tak bisa menemani mereka saat napas terakhir mereka terhembus

sementara aku selalu saja berfikir untuk meninggal kan mereka,,, berpikir jepang, korea, atau pun eropa bahkan pekerjaan yang membuatku bisa bepergian jauh,,,,

aku sadar akhirnya aku sudah sangat egois,,,, sementara keluarga lebih membutuhkan ku,,,,

disaat itu pula aku tak peduli gelar sarjana ku,,

impuan kuliah ku,,,

atau cita2 pekerjaan ku,,,

aku hanya ingin berada didekat mereka selama yang aku bisa  sampai memang waktunya untuk mereka pergi.

aku sadar akhirnya cinta di keluarga saat kami berpelukan tengah malam tadi,

aku cinta kalian

” ya allah sembuhkan ayah ku, ringankan sakitnya”

dari anak mu untuk ayah ku

5 Tanggapan ke "malam itu saya menangis,,,,"

reshaaaaaaaaaaaaaa…..
anda baik2 saja????

aku kaget bacanya…
semoga ayahnya resha cepat sembuh ya!
untuk resha, eu…semoga diberi yang terbaik ajah sama Yang di Atas =D

Ooohh!!!

Ternyata parah toh SHa???? Kirain cuma kecelakaan kecil aja…

Semoga ayahmu cepat pulih!

wah….saya gatau kabarnya.
udah seminggu rupanya.
tetap tegar ya Res, jgn putus asa.
semoga diberi kemudahan oleh Allah SWT. Amin

heuu.. aku kemana ajaaa…??? >_<

Resha maaf.. semoga ayahnya Resha cepet sembuh.. Resha yang sabar yaa…

pasti ada hikmah atas sgla ssuatuny…
yakinlah, bahwa yg trbaik kdang trlihat mnydihkn…
tapi…
kita baru akan sadar dkmudian hari…

Tinggalkan Balasan